Hore! Akhirnya Ikut Nyoblos

Hari ini bangsa Indonesia menggelar hajatan nasional, yaitu pemilihan umum serentak 2019. Seluruh rakyat bergempita ria memberikan suaranya untuk menentukan pilihan pasangan presiden dan wakil presiden, dan wakil legislatif di DPR, DPD, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Pemilu ini menjadi Pemilu kedua yang pernah saya ikuti seumur hidup. Saat pilgub dan pilbup lalu, saya tak pernah ikut, meski nama masuk dalam daftar pemilih tetap. Berada di luar domisili jadi alasannya.

Tapi, di Pemilu serentak 2019 ini, masyarakat termasuk saya, dimudahkan dengan adanya formulir A5. Sistem ini sangat mengakomodir bagi perantau yang tak bisa pulang ke kampung halaman untuk menyoblos. Mengurusnya pun relatif mudah sebenarnya. Kalau ada kerabat di daerah asal, bisa minta tolong untuk diuruskan ke panitia pemungutan suara (PPS) setempat.

Berhubung saat ini saya sedang ikut diklat di Bekasi, jadinya pengurusan formulir A5 diakomodir panitia penyelenggara. Cukup menyerahkan fotokopi KTP, KK, dan screenshot nama kita sebagai DPT di website KPU ke panitia. Alhamdulillah, dipermudahkan.

Jadilah hari ini saya nyoblos. Bersama teman-teman sesama peserta diklat. Begitu dapat formulir A5 di hari sebelumnya, kami diarahkan ke kantor kelurahan Mekarwangi, Bekasi, untuk mendapatkan rekomendasi di TPS mana kami menyoblos. Dan, begitu sampai di TPS sekitar pukul 09.00, kami ikut antre bersama pemilih lainnya.

Saat menyoblos, kami tidak menemui hambatan dalam memilih. Sadar kalau pemilih A5 seharusnya memilih satu jam sebelum TPS ditutup, kami sabar menunggu. Eh, mungkin karena datang rombongan, akhirnya panitia mengijinkan pemilih A5 ini boleh menyoblos sebelum jam 12.00 untuk mempercepat prosesnya.

Hore… akhirnya nyoblos juga saya. Penantian selama 5 tahun akhirnya terpenuhi. Menyoblos pasangan presiden dan wakil presiden sesuai hati nurani. Berpartisipasi sebagai warga negara dalam menentukan nasib bangsa ke depannya.

Usai menyoblos, jari kami pun dicelupkan ke tinta. Nah, ini yang ditunggu-tunggu. Jari bekas tinta ungu di kelingking ini jadi kebanggaan. Puas karena dapat memenuhi hak untuk memilih pemimpin.

Siapapun presidennya yang terpilih nanti, harapannya bisa membawa Indonesia yang jauh lebih maju dan lebih baik. Negara sebesar Indonesia ini perlu pemimpin yang mengerti, memahami, dan melayani rakyatnya. Bangga sebagai bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *