It’s Snacking Time

Siang-siang pas hari puasa seperti ini, enaknya main sama Dimas, kucing saya satu-satunya. Pas kebetulan juga sedang di rumah, menyongsong hari raya Idul Fitri yang tinggal hitungan hari.

Sejak kecil, Dimas selalu saya biasakan makan cat food yang kering. Selain praktis dan ekonomis, makanan kucing kering juga tahan lama dan dapat mempertahankan aroma yang disukai kucing. Tak melulu dikasih makanan kering, sesekali juga diberi treats agar kucing tidak bosan.

Sama adikku, Dimas diberikan treats tiap hari Rabu. Sudah terjadwal secara rutin. Dimas pun juga tahu kalau hari ini adalah jadwalnya dia makan snack enak. Sejak menjelang siang, dia bertingkah manja ngusel-ngusel kaki dan nongkrong dekat lemari penyimpanan makanan.

Begitu dibuka dari bungkusnya, langsung aromanya keluar, Dimas lari mendekat. Main-main dulu yah kita.

Dikeluarkan dikit-dikit, eh malah digigit. Gak sabaran amat. Enak kali yaa… dikasih lagi, gigit-gigit bungkusnya lagi… takut termakan bungkusnya.

Ya mau gak mau akhirnya dikeluarkan semua isinya. Taruh di tangan biar dijilat-jilat. Lebih aman, takutnya plastiknya tertelan jadinya benda asing di saluran pencernaannya dia yang justru bisa sangat membahayakan.

“Hari ini cukup satu, yaa.. Rabu depan lagi. Oke.. toss!”, kata saya ke dia.

Kami memberikan treats memang hanya satu bungkus per minggu. Sengaja demikian. Kucing seyogyanya tidak diberikan treats secara berlebihan. Hal ini dikarenakan treats memiliki aroma yang sangat kuat bagi kucing, dalam penggunaan jangka Panjang secara terus-menerus, bisa menghilangkan nafsu makannya terhadap makanan kering. Selain itu, treats pada dasarnya adalah cemilan (snack). Makanan tambahan, bukan utama, sehingga kandungan nutrisinya pun tidak sebanyak dan selengkap makanan yang memang diperuntukkan untuk kucing, seperti dry atau wet cat food.

Pemberian treats lebih bersifat pada kesenangan. Kucing senang, kita pun juga senang, melihat tingkah lakunya yang menggemaskan saat pingin makan.

Yuk, sayangi hewan piaraan kita. Hewan bisa menjadi bagian dari keluarga yang menyenangkan. Seperti halnya Dimas, sudah hamper empat tahun menjadi bagian dari keluarga saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *