Alasan Saya Selalu Botak Plontos

0 Shares
0
0
0
0
0

Untuk urusan model dana potongan rambut, saya lebih tak mau yang ribet-ribet.

Botak licin sampai plontos. Saya suka itu.

Sebenarnya, sudah sejak dari dulu saya bergaya plontos. Seingat saya, sejak saat masih di bangku kuliah di Bogor, meski waktu itu cuma pangkas pendek saja saat itu, sesenti-dua senti pakai clipper nomor 1-2. Belum sampai betul-betul licin.

Namun, beru setahun dua tahun lalu mulai berani tampil gundul plontos. Tak berambut sama sekali.

Anti Ribet

Dinamika pekerjaan setiap hari yang menuntut serba cepat dalam segala hal, membuat saya berpikir dua kali untuk memanjangkan rambut.

Apalagi tipe rambut tebal seperti saya ini, sedikit-sedikit perlu ditata pake sisir. Apalagi setelah pakai helm. Ribet.

Alhasil, ya harus botak. Begitu mandi selesai, pakai baju, pakai parfum, sudah selesai. Tak perlu pakai sisir-sisir rambut.

Tapi, tetap saya oleskan tabir surya di kepala supaya tidak kepanasan dan timbul flek-flek hitam di kulit kepala. Itu perlindungannya, selain tentunya pakai topi setiap keluar ruangan.

Faktor Kesehatan

Entah bagaimana ceritanya, saya sejak di Merauke cenderung mudah muncul bisul, terutama di daerah yang memiliki akar rambut.

Makanan yang berprotein tinggi, seperti ikan dan daging, membuat tubuh saya sering hal mengalami sensitif. Kalau salah makan sedikit saja, bisul dengan gampangnya tumbuh di kepala atau punggung.

Saking banyaknya, pertumbuhan rambut kepala jadi rusak. Sekali rambut tumbuh, yang ada malah terlihat bopeng-bopeng dan pitak sana-sini karena bagian bekas bisul tak kunjung tumbuh akar rambut baru.

Hal itu justru membuat saya kurang percaya diri kalau bertemu dengan orang-orang jika punya rambut.

Perawatan Rambut

Gara-gara dirusak sama bisul ini, menjadikan saya melakukan perawatan supaya rambut bisa tumbuh kembali. Agar serum penumbuh rambutnya mudah meresap ke kulit kepala, lebih mudah pengaplikasiannya saat kepala sedang plontos.

Justru Lebih Nyaman

Saking seringnya gundul, jadi nyaman dengan gaya rambut ini. Saya mencukur kepala hampir seminggu sekali. Semakin sering dicukur, rambut semakin cepat tumbuh.

Saking seringnya, justru terasa aneh bila saya tidak botak plontos. Sudah kadung nyaman ternyata dengan potongan botak. Heee.

Merauke Cuacanya Panas

Iya, cuaca di Merauke cenderung panas. Wilayah geografis Merauke yang dekat dengan benua Australia menjadikan musim dan cuacanya cenderung mengikuti negara itu.

Bulan Juli-Januari menjadi bulan-bulan paling panas dan gerah, puncaknya di bulan November-Desember. Jadinya kepala mudah berkeringat dan bau.

Dengan kepala plontos, angin mudah mengalir dan mendinginkan kepala. Saat mengambil air wudhu pun bisa dengan mudah mengguyurnya dengan air, dingin jadinya. As simple as that.

Perawatan Mudah, Namun Perlu Perhatian Lebih

Berkepala plontos bukan berarti tak melakukan perawatan. Mudah karena tak ribet untuk menyisir rambut, terlebih saat waktu mepet dan perlu membetulkan rambut yang berantakan.

Namun juga, perlu diperhatikan karena kepala plontos lebih mudah kotor dan terkontaminasi debu dan kotoran. Kalau tidak sering dibersihkan, bisa menyebabkan gatal. Jadinya sering-sering mandi dan membersihkan kepala.

Cari Ciri Khas

Tak banyak orang yang mau mencukur habis rambutnya secara konsisten. Selain mencerminkan karakter seseorang, potongan rambut plontos bisa dengan mudah dikenali dan diingat orang.

Ini juga yang saya lakukan, menjadikannya sebagai ciri diri.

Itulah alasan mengapa saya sampai sekarang berkepala gundul plontos. Alasan utama tentunya dari segi kesehatan, sisanya karena faktor kenyamanan semata.

Jadi, berani tampil beda dengan kepala gundul? kalau saya sih iyesss. Hee…

0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *