On Eternal Patrol

0 Shares
0
0
0
0
0

Akhir pekan ini terasa begitu pilu bagi seluruh bangsa Indonesia. Semua media, baik televisi, portal berita, media cetak, dan yang paling ramai di media sosial, semuanya memberitakan kabar duka ini.

Bahwa kapal selam KRI Nanggala 402 yang dinyatakan hilang, telah ditemukan dengan kondisi terbelah menjadi tiga bagian. Seluruh awak kapal selam dinyatakan gugur.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Sesungguhnya kami itu milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah SWT.

Di tengah-tengah upaya segenap bangsa Indonesia dalam memerangi pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai ini, kita semua sekali lagi dihadapkan pada berita duka.

Mengutip dari Kompas, Kapal selam KRI Nanggala 402 adalah satu dari sekian kapal selam milik TNI-AL. Sesuai rencana, kapal ini hendak melakukan latihan tembak torpedo kepala perang, pada Rabu (22/4/2021) dini hari.

Namun, kenyataan berbicara lain. Ternyata KRI 402 tak kunjung menjawab kontak panggilan, dan segera dilakukan pencarian. Hahas, di hari keempat upaya pencariannya, KRI Nanggala 402 dinyatakan tenggelam. Seluruh awak kapal dinyatakan gugur.

Saya turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya, dan turut berduka atas tragedi ini.

Para awak kapal KRI 402 ini tentunya bukan sembarang orang, hanya prajurit-prajurit terpilih lah yang bisa menjadi awak kapal. Sebanyak 53 prajurit ini rela berpisah dengan keluarganya demi mengemban tugas negara. Sungguh mulia.

Tak terbayangkan betapa hancurnya perasaan orangtua, istri, dan anak-anak yang ditinggalkannya. Tak sempat berucap kata-kata, apalagi kalimat perpisahan.

Sungguh, betapa kecilnya kuasa manusia di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Sejatinya, mereka tidaklah tenggelam, tidak juga kembali, melainkan tetap menjalankan patroli untuk selama-lamanya, atau On Ethernal Patrol. Suatu istilah yang disematkan untuk kapal selam yang subsunk saat sedang menjalankan misi militer di lautan, dan tak pernah kembali.

Dengan kejadian ini, marilah bersama-sama menundukkan kepala sejenak, memanjatkan doa kepada ke-53 awak kapal ini.

Semoga Allah SWT berkenan menerima pahala dan amal perbuatan. Semoga sanak keluarga yang ditinggalkan senantiasa tabah, tegar, dan ikhlas, karena semata-mata mereka tiada saat sedang menjalankan tugas negara.

Amiinn.

Sumber : Kronologi Tenggelamnya KRI Nanggala-402, Berawal dari Latihan Perang”, https://regional.kompas.com/read/2021/04/25/094512378/kronologi-tenggelamnya-kri-nanggala-402-berawal-dari-latihan-perang?page=all.

0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Terhipnotis Indahnya Alam Raja Ampat

Akhir tahun 2019 menjadi akhir tahun yang berkesan, karena untuk pertama kalinya saya berhasil menuju Raja Ampat. Sudah…