Sejenak Saatnya Beristirahat

0 Shares
0
0
0
0
0

Saat itu hari Kamis, aktivitas seperti biasa. Bekerja di kantor juga seperti biasa. Rasanya tak ada yang aneh atau merasa tidak sehat. Semuanya berjalan normal.

Begitu malam, tiba-tiba bersin-bersin dan demam tinggi. Badan rasa tidak enak sekali, maunya berbaring saja dan tidur cepat, meskipun sudah merem sekalipun tapi tidak juga tidur-tidur karena kepala ikut-ikutan pening. Saya pakaikan kompres di jidat agar bisa segera turun.

Esoknya tidak lebih baik. Demam masih tinggi dan kepala sangat pening. Terasa flu tapi ingusnya tak bisa keluar-keluar. Plus, perut rasa mual sekali rasa-rasanya ingin muntah. Disinilah saya mulai curiga, jangan-jangan saya terserang Covid-19…

Karena lemah dan tak bisa pergi keluar dari mes, saya pun minum Panadol dan multivitamin untuk meredakan demamnya. Seharian hanya berbaring dan tidur, membuat mata saya sembab dan badan pegal-pegal semua. Rerasa digebugin orang dengan benda tumpul. Pegal-pegal. Nafsu makan pun tidak ada.

Selama tiga hari ful saya mengalami demam, tidak enak badan, dan hidung tidak bisa mencium apa-apa. Apalagi mulai batuk-batuk keras yang bikin dada sakit, tapi tidak ada dahaknya.

Alhamdulillah, setelah mengenggak panadol beberapa butir demam mulai reda. Hanya tinggal meriang-meriang saja, meski batuk-batuk belum mereda.

Merasa mulai mereda dan kira-kira bisa kena angin, saya pun memberanikan diri keluar mes pergi ke klinik untuk check up. Saya rapid test antigen disitu karena di Merauke belum ada fasilitas PCR. Dan benar saja, hasil tes menunjukkan 2 garis alias positif. Saya positif Covid-19.

Jangan Panik

Hal penting yang dilakukan saat ini adalah tidak perlu panik. Tenang. Namanya juga sakit pasti ada obatnya. Istirahat yang cukup, tetap makan makanan yang sehat, tidak lupa berdoa, dan yang jelas tidak lupa untuk bahagia.

Saya melakukannya dengan video call hampir tiap hari bersama keluarga, bersama kucing saya, dan saudara-saudara yang lain. Melihat mereka bisa tersenyum gembira, cukup mampu membahagiakan saya dan meningkatkan imun.

Minum obat juga jangan lupa, saran dokter dilakukan. Kalau disuruh isolasi mandiri ya isolasi mandiri, tak perlu pergi kemana-kemana kalau tidak urgen.

Saya bersyukur tidak mengalami sesak napas, karena kalau kena sesak napas itu berarti sudah mengarah ke kondisi yang berat.

Kuncinya, adalah bahagia dan makan-makanan bergizi. Doyan tidak doyan makan, tetap harus makan. Dan jangan lupa berjemur di pagi hari.

Saatnya Istirahat Sejenak

Terserang penyakit ini, membuat saya banyak waktu untuk istirahat. Memang sudah seharusnya disuruh istirahat. Sejenak melupakan segala pekerjaan dan rutinitas harian, dan banyak waktu untuk mengurus diri sendiri.

Bagi teman-teman sekalian yang sedang berjuang dengan kondisi yang sama seperti saya, mari sama-sama berdoa semoga segera kembali pulih dan diberikan kesembuhan, kembali kepada kondisi sedia kala.

Aminn.

0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Awal yang Baik

Halo Dunia! Perkenalkan, saya Yayan. Saya seorang dokter hewan yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai pemerintah yang bertugas di…

Terhipnotis Indahnya Alam Raja Ampat

Akhir tahun 2019 menjadi akhir tahun yang berkesan, karena untuk pertama kalinya saya berhasil menuju Raja Ampat. Sudah…