32

Hari ini saya berulang tahun. Genap usia ke-32.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya selalu menuangkan postingan khusus di hari terspesial ini.

Angka 32 tidak bisa dipungkiri adalah angka-angka keramat menuju tua, tapi sebagian orang juga melihatnya sebagai masa-masa awal menuju kedewasaan yang sesungguhnya. Subjektif, tergantung bagaimana orang memandangnya.

Alhamdulillah, di usia 32 ini hampir semua keinginan dan angan-angan saya hampir semua sudah terpenuhi. Banyak hal yang dulu saya impikan, perlahan-lahan mulai diraih satu-persatu. Karir, perjalanan hidup, barang-barang yang ingin dimiliki, punya sahabat dekat, dan lain-lain. Tinggal menambah dan mengembangkannya.

Hanya satu yang belum tercapai: dipertemukan dengan jodoh.

Untuk urusan yang satu ini, hingga saat ini entah mengapa begitu sulit bagi saya untuk mendapatkannya. Padahal kalau dilihat-lihat, tidak sedikit wanita yang dekat dengan saya, tapi entah kok masih sulit rasanya saya untuk membuka hati.

Sebenarnya, akar masalah saya sampai detik ini belum ketemu dengan jodoh, adalah diri sendiri. Saya masih belum siap untuk menerima orang lain dalam kehidupan saya. Itu saja.

Bagaimana caranya saya mempersiapkan diri ini? Banyak cara sedang saya lakukan. Misalnya, curhat ke teman-teman yang sudah lebih dulu berkeluarga, lalu saya mendengarkan ceraman ustadz di youtube, dan tak lupa berdoa, memanjatkan doa agar bisa diberi hidayah untuk bisa membuka diri.

Istilahnya, ada keinginan saya untuk ingin segera menikah, tapi sisi diri saya yang lain mengerem untuk terus mempertimbangkan baik-buruknya… yang ujung-ujungnya adalah menunda-nunda untuk tidak jadian, dan berakhir tragis betulan tidak jadian. Ya, jauh panggang dari api kalau seperti ini terus.

Saya masih belum menemukan formula yang pas untuk membuka hati.

Untuk urusan satu ini memang betul-betul berharap bisa segera siap membuka hati. Umur sudah kepala tiga plus. Sudah di usia emas menjadi kepala keluarga, punya anak dan planning masa depan jelas. Saya maunya itu.

Malah jadi curhat… 😩😩😩😩

Tak apalah. Semoga dengan menulis postingan ini, sebagai salah satu ikhtiar untuk bisa segera dipertemukan dengan jodoh saya. Siapapun yang membaca tulisan ini, semoga mendoakan saya agar saya segera dipertemukan dengan jodohnya dimanapun itu berada.

Hidup single memang nikmat. Bebas kemanapun dan mau apapun. Tapi mau sampai kapan? Waktu terus berjalan. Itu saja yang selalu saya tekankan.

Semoga di umur saya yang sekarang, saya bisa maju selangkah lagi memasuki proses kehidupan, yaitu menikah.

Amiiiinnnnn 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *