Kompilasi 2019 (Bagian 2)

Tahun 2019 memberi banyak kenangan. Tak melulu soal pekerjaan, tapi juga tentang perjalanan kehidupan yang perlu diceritakan dan diabadikan.

Berat sesungguhnya meninggalkan tahun 2019 yang penuh makna ini. Karena berganti tahun bertambah pula umur, semakin tua. Tapi, life must go on. Sudah menjadi tugas manusia untuk menjalani setiap lini kehidupan.

Tetap saja, tahun 2019 meninggalkan begitu banyak cerita. Inilah kisah saya selanjutnya.

Juli

Bulan Juli memberikan makna mendalam tentang persahabatan. Saya termasuk orang introver yang susah menjalin pertemanan dengan orang-orang baru. Bersama teman-teman CPNS baru, ada warna baru saat mengisi hari-hari di kantor. Mulai mengenal satu sama lain, baik sifat dan kepribadian masing-masing orang. Meski berbeda-beda asal dan latar belakang, namun dalam bekerja dan menjalani hari-hari, selalu diiringi kebersamaan. Bermain, mengerjakan tugas, dan makan menjadi kegiatan yang setiap hari dilakukan bersama-sama.

Agustus

Inilah bulan dimana masing-masing instansi pemerintah unjuk gigi. Bulan Agustus dipenuhi dengan kegiatan perlombaan dan kebersamaan antar instansi di Merauke. Mau cari kenalan anak Bea Cukai bisa, dari Imigrasi bisa, dari Otoritas Bandara pun oke. Semua bisa. Disinilah kreativitas dan kekompakan antar pegawai diuji. Tak hanya bersih-bersih pantai, tapi juga tarik tambang, balap karung, sampai jalan santai sehat diadakan dengan beragam doorprize. Seru!

Untuk pertama kalinya, saya menginjakkan kaki di Boven Digoel. Bumi dimana Bung Hatta pernah diasingkan oleh penjajah. Di Tanah Merah sendiri banyak situs sejarah yang patut dikunjungi, sebagai pengingat bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang penuh perjuangan dalam merebut kemerdekaannya. Saya juga berkesempatan ke kota di tengah belantara, kota Asikie, dan berlanjut menuju pos perbatasan negara RI-Papua Nugini di Rawa Bustop. Disitu menjadi tempat transaksi jual beli hasil bumi dari negara seberang, trutamanya ikan mujair dan ikan air tawar lainnya.

September

Saatnya cuti! Jatah cuti tahunan masih banyak, jadinya saya ambil. Pulang ke Rembang menyambut kepulangan orang tua yang pulang dari menjalankan ibadah Haji. Alhamdulillah. Orang tua saya sudah menggenapi rukun Islam-nya. Sudah hampir 10 tahun lamanya menunggu antrian untuk dipanggil menuju Baiturrahman. Suatu kebahagiaan tersendiri yang tak terkira ketika melihat orang tua saya sehat, meski tampak kelelahan saat turun dari bus. Saya terharu dan bersyukur atas karunia ini Ya Allah.

September penuh dengan undangan hajatan pernikahan. Satu persatu didatangi untuk memberikan ucapan selamat. Berharap suatu saat di posisi pelaminan dan disalami para tamu undangan sekalian. Amiinn.

Oktober

Awal Oktober saya kedatangan teman yang bekerja di kantor pusat Kementerian Pertanian. Namanya Fazrul. Teman paling gokil dan selalu bikin ketawa saat bercerita. Ini menjadi kunjungan pertamanya ke Merauke. Saya senang karena teman lama selalu ingat dan mau menemui meski disibukkan dengan pekerjaannya. Namun, yang namanya pertemuan tetaplah pertemuan, suatu saat diakhiri dengan perpisahan. Esoknya Fazrul harus kembali ke Jakarta.

Perpisahan juga yang membuat haru di bulan Oktober ini. Pimpinan kantor, bapak Musdar harus berpindah tempat tugas setelah mendapat promosi jabatan di Makassar. Selama enam tahun lamanya Pak Musdar ditugaskan di Merauke, dan kini saatnya pejabat baru yang mengisi sebagai pimpinan. Jujur saya berterima kasih kepada Pak Musdar karena di saat kepemimpinan beliau lah saya tiba di Merauke dan bergabung ke instansi tempat saya bernaung. Saya diterima dengan tangan terbuka dan diberi kesempatan untuk berkembang. Pak Musdar menjadi pembimbing kami dalam menyelesaikan tugas akhir diklat prajabatan. Pesan terakhirnya saat berpisah adalah “Yayan, dimanapun nanti kamu ditempatkan, jangan segan-segan untuk diambil karena kesempatan tidak datang dua kali. Kamu memiliki potensi yang orang lain tidak punya. Teruslah belajar dan mengembangkan diri”. Itulah pesan pribadi terakhir sebelum berpisah dengan Pak Musdar.

November

Happy Birthday to Me! Saya berulang tahun, tak terasa sudah kepala tiga. Hanya satu doa yang saya panjatkan: semoga saya bertemu jodoh dan bisa menikah di usia 31. Bismillah Ya Allah…

Ulang tahun paling spesial selama di Merauke. Momen paling mengharukan adalah saat ternyata teman-teman mengingat ulang tahun saya. Mendapatkan surprize dan kado dari teman-teman kantor sungguh begitu mengharukan. Apalagi saat keluarga saya yang bernama Tiara’s Family datang memberi kejutan siang-siang. Membawa kue sebesar kardus dan memberikan doa terbaik untuk saya. Tiara’s Family adalah keluarga yang terbentuk karena ketidaksengajaan bertemu di Merauke. Anggotanya hanya tiga: Mamah Catur, Muhsi, dan Saya. Inilah keluarga dimana saya menghabiskan hari-hari. Terima kasih semua atas doanya…

November juga saya bertemu dengan para pegiat media sosial instansi saya bernaung di Surabaya. Kegiatannya belajar tentang audio visual, terutamanya teknik pembuatan dan penyajian video untuk keperluan publikasi instansi. Mengekspos kegiatan yang dilakukan guna menjadi bahan pemberitaan bagi masyarakat umum. Seru dan menantang. Apalagi saat kunjungan ke House of Sampoerna, saya menjadi tahu sejarah perkembangan sigaret dan industri tembakau di Nusantara. Tambah wawasan dan pertemanan tentunya.

Desember

Inilah bulan paling spesial di tahun 2019. Saya berhasil berhasil menggapai cita-cita saya sejak dulu untuk menuju Sorong dan Raja Ampat. Ya, saya ke Raja Ampat! Ini seperti mimpi bagi saya. Saya membayangkan semoga suatu hari nanti bisa ke tempat dimana wallpaper desktop saya dihiasi pemandangan Raja Ampat ini. Sungguh kesempatan langka dan tak akan saya lupakan. Pemandangan Raja Ampat begitu menakjubkan. Keindahannya luar biasa. Tak henti-hentinya saya berucap syukur dan berdecak kagum memandangi ciptaan-Nya. Paling tidak sekali seumur hidup bisa menjejaki puncak Piaynamo yang mahsyur ini.

Untuk ketiga kali dalam hidup saya disumpah dibawah Al-Quran. Sumpah kali ini adalah sumpah jabatan fungsional, menggenapi sumpah sebelumnya yakni, sumpah dokter hewan, dan sumpah menjadi PNS. Tak main-main, saya bertanggung jawab langsung kepada Tuhan dalam menjalankan tugas. Apa yang saya lakukan akan dipertanggungjawabkan kelak. Insyallah, amanah ini akan menjadi penyemangat saya dalam membangun negeri tercinta. Mengabdikan diri demi terselenggaranya pemerintahan yang bersih dan melayani adalah suatu kebanggaan.

Impian saya untuk melihat Danau Sentani dari atas bukit juga terkabul. Di Bukit MacArthur, saya melihat cantiknya Danau Sentani dengan hiasan pesawat-pesawat yang sedang mendarat. Semoga suatu hari nanti bisa berkeliling Kota Jayapura dan mengabadikan momen disana.

Refleksi 2019

Alhamdulillah, saya mensyukuri nikmat dan karunia di tahun 2019 ini. Begitu banyak keinginan masa lalu yang terkabul di tahun ini. Ya, satu persatu mulai terpenuhi silih berganti.

Tahun 2019 telah berlalu. Kini saatnya menatap tahun 2020 dengan penuh semangat. Saya percaya semakin banyak cita-cita saya yang akan terpenuhi tahun depan. Dua hal yang perlu diingat: selalu berikhtiar dan bekerja dengan ikhlas. Insyallah, hal-hal baik akan datang tanpa diduga-duga.

Tahun 2020, saya siap!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *