Prioritas

Terhitung sejak ulang tahun kemarin, saya punya keinginan untuk bisa menulis di blog ini paling tidak satu post per minggu.

Tapi ternyata… belum berhasil…

Mengapa bisa begitu?

Lebih pada kurang komitmen pada dasarnya. Semakin hari semakin banyak saja pekerjaan yang butuh diselesaikan, alhasil blog pun jadi terbengkalai.

Komitmen akan satu hal (misalnya menulis blog), memang perlu perhatian dan konsentrasi lebih. Bicara komitmen juga tak bisa jauh-jauh dari bicara soal kedisiplinan.

Ada kalimat yang mengatakan bila, “Disiplin hanya memilih antara apa yang Anda inginkan sekarang, dan apa yang paling Anda inginkan.”

Artinya, harus ada prioritas.

Inilah yang jadi problem mengapa keinginan saya untuk bisa menulis setiap minggu sekali di blog ini belum juga berhasil… tak ada prioritas.

Setiap hari, saya selalu memprioritaskan tentang pekerjaan kantor. Hari-hari, waktu, dan tenaga saya selalu terkuras untuk menyelesaikan tugas-tugas di kantor. Rasa-rasanya tak juga ada habisnya. Selesai satu, tumbuh seribu. Kira-kira begitulah analoginya.

Tapi bila dengan membuat prioritas, segalanya akan menjadi terfokus dan terarah. Hal-hal apa saja yang saya lakukan dalam satu hari, minggu, bulan, bahkan tahunan, dengan prioritas segalanya akan terasa lebih mudah. Terserah mau bagaimana caranya, mau dibuat dalam bentuk checklist, tabel, catatan di Hp, atau bahkan mengingat-ingat di kepala saja, terserah masing-masing. Yang terpenting, bikin prioritas.

Yuk, mari kita membuat prioritas mulai dari hal-hal kecil, dampaknya segala sesuatu akan terencana dan bisa dijalani dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *